Self Reminder

No matter how hard you try, some people will never change     (March 20, 2013)

We don’t lose friends…We just learn who our real friends are.  Time changes, so do friends?
But one thing for sure, I can’t lose you… (just now)

Success is indeed the reward for integrity, motivation and hard work (January 22, 2013)

Sementara banyak orang mencari 5rb repes sehari dengan berpanas-panasan, berhujan-hujanan, bersimbah keringat menempuh perjalanan jauh dengan menggendong anaknya, segelintir orang cukup membubuhkan tanda tangannya di atas selembar kertas atau sekedar menjentikkan jari tangannya lalu abrakadabra, berjuta-juta, beratus juta, milyaran rupiah ada di tangan. Ironis sekali. Temans, bersedekah tak perlu menunggu kaya. Mari (January 29, 2013)

Mumpung masih inget nih, barusan saja terjadi. Diajak blusukan sama Pak Jokowi. Jalan-jalan ke taman hiburan naik roller coaster, ternyata kami berdua phobia ketinggian. Lalu kami sempat melewati pasar dan ngobrol dari hati ke hati tentang apa saja, sampai-sampai saya lupa apa saja ya. Setelah itu kami lanjutkan nyenek di satu sore yang jingga; pure kentang, macaroni schotel, puding jagung dan dua cangkir kopi hangat di sebuah coffee shop. Setelah ngobrol ngalor ngidul kulon ngetan akhirnya beliau mengajak nonton film di XXI, beliau sendiri yang mengantri tiketnya. Beli untuk dua orang tentunya, beliau dan saya. Masih saya ingat betul tiketnya berwarna pink. Pak Jokowi sendiri yang memilih untuk nonton film apa. Saya lupa (lagi) mengenakan baju apa tadi. Tapi ingat betul beliau pakai jaket casual warna hitam dan celana jeans biru dongker. Seharian itu so sweet betul. (January 22, 2013)

Terkadang hanya waktu yang bisa menjawab sebagian atau seluruh penilaian kita tentang seseorang itu keliru. Karenanya kita jadi belajar bahwa tidak semua hal perlu dijawab atau diklarifikasi. Mungkin ada saatnya kita membiarkan alam yang bekerja untuk kita yang telah berusaha untuk berbuat baik dan selalu berniat baik. Waktu di dunia ini begitu terbatas untuk mengurusi semua orang beserta “twit-twit”nya (maksudnya kicauan-kiacauannya, sodara-sodara). Mari lebih banyak mendekatkan diri padaNYA. Lebih indah dan nikmat. InsyaALLAH. (November 30, 2012)

Teringat 3 tahun yang lalu pernah dicopet cowok berbadan kekar, berjaket hitam, bersepeda motor lengkap dengan helm cakil yang membuatnya semakin sangar. Aku berjalan kaki menuju arah terminal Rawamangun Jakarta hendak mudik ke Solo. Saat itu sekitar jam setengah 7 malam di sekitar jalan Bawal. Dengan gagah berani motor si pencopet kutendang dan sempat oleng setelah dia agak kesulitan merampas tas slempangku yang sempat aku pertahankan sekuat tenaga. Isinya macam-macam, 2 buah handphone, 2 buah dompet, 2 buah mp3 player, dan dua-dua lainnya. Kutendang sekali lagi motornya dan tidak juga jatuh. Sampai akhirnya dia meninggalkanku dengan tenang menyusuri jalan Bawal yang sepi. Seketika aku miskin mendadak bowww dan tentu saja tidak jadi pulang ke Solo karena uang cash dan kartu ATM ada di dalam tas slempang. Beberapa kali sempat terpikir setelah kejadian itu, bagaimana jika motor si pencopet jatuh karena tendangan kerasku dan membuatku harus berhadapan dengan si pencopet duel satu lawan satu. Akankah aku mengeluarkan jurus-jurus mautku. Atau malah maut yang akan menghadangku. KemurahanNYA begitu luar biasa untuk disejajarkan dengan kesulitan(miskin mendadak)ku saat itu (November 23, 2012)